puisi bullying
Di sudut sepi, kau berdiri sendiri Jubah ketakutan membungkus diri Tawa mereka adalah belati Yang menembus jiwa tanpa henti Menyakiti, mengejek, merendahkan Menganggapmu tiada arti Kau mencoba melarikan diri Mencari tempat untuk bersembunyi Namun, bayangan mereka selalu mengikuti Tak ada tempat untuk bernafas lega Hanya ada air mata yang tak berhenti Namun, kuatkanlah dirimu Jadilah baja yang tak mudah patah Jadilah ilalang yang tetap tumbuh Meski diinjak dan dilecehkan